Aku ingin bercerita tentang perjalananku di Kota Cirebon. Aku dan keluarga melaksanakan lebaran di Kota Cirebon. Kami ke Cirebon untuk menjenguk Kakek dan Kakak dari Ayahku. Aku selalu suka suasana di Cirebon, rasanya seperti berjalan di kota lama. Masih banyak bangunan-bangunan lama disana, jalanannya pun begitu luas dan juga masih tidak terlalu ramai dibandingkan dengan Bandung. Oiya, jangan lupa dengan becak khas cirebon, di sana masih banyak sekali becak-becak yang akan mengantarmu ke tempat tujuan. Menurutku, itulah keunikan tersendiri dari Kota udang ini. Berbicara tentang kota lama, Cirebon saat ini sudah banyak dijamah oleh mall, mini market dan toko-toko modern lainnya. Aku memang hanya membandingkan dengan Kota kelahiranku, Kota Kembang, Bandung. Tetapi, buka berarti aku tidak menyukai kota kelahiranku. Hanya saja, Cirebon membawa rasa baru untukku yang lama diperkotaan. Dulu, saat nenekku masih ada, kadar sukaku pada kota penghasil Terasi ini sangat sangat besar. Karena setiap kali aku berkunjung ke Cirebon, setiap harinya aku selalu disuguhi oleh makanan-makanan cemilan yang menggungah selera atau jajanan khas cirebon mungkin, pokokmya tiada hari tanpa makanan hahaha. Dan sekarang setelah beliau telah tiada dan Cirebon telah berubah, rasa sukaku sedikit berkurang. Jujur saja, ada beberapa hal yang mempengaruhi itu semua. Tetapi tenang saja, aku masih menyukai Kota Cirebon dan sangat menikmati yang disuguhkan kota ini.
Ada hal yang belum kuceritakan lagi, apakah kau tahu tentang kesenian yang ada di Kota Cirebon? Yap, batik Trusminya, Tarian topengnya dan lainnya. Sesungguhnya dua hal yang membuatku menganggap Kota Cirebon istimewa. Aku jatuh cinta pada batiknya, Batik Mega Mendung. Jika kamu tidak tau motifnya seperti apa, kamu dapat mencarinya di mbah google. Motif mega mendung ini adalah motif yang paling aku suka dari semua batik di Indonesia. Aku suka motifnya yang terkesan elegan, mewah dengan gradasi warna berbentuk seperti awan. Aku selalu menyukai motif batik ini dengan senang hati. Well, kesukaanku pada batik membuatku selalu terpesona, karena Kota Cirebon benar-benar mengetahui apa peninggalan budayanya. Kamu tidak akan sulit menemui motif ini di Kota Cirebon karena motif batik ini dipakai di beberapa titik kota, seperti tembok pemberitahuan RT/RW atau plang himbauan di jalan raya. Merambat dari motif batik, aku juga mulai menyukai topeg Cirebon. Kali ini, aku tertarik karena memang saat itu aku menonton tayangan tentang nini towok, penari legendaris gitulah dan dia menarikan tarian topeng yang menurutku epic banget. Karena topengnya tak hanya satu dan uga tiap topeng memiliki karakter tariannya sendiri, unik bukan? Aku sempat ingin memiliki satu untuk kusimpan di rumah, tetapi ibuku tidak membolehkan. Mungkin akan tercipta suasana creepy juga sih kalau di simpan di rumah hahahaha. Dan hal paling gila adalah aku ingin belajar tarian topeng tersebut, dengan kemampuan tarianku yang payah. Percayalah, itu tak akan berhasil untukku. Dan aku menyerah tanpa pernah mencoba, sad ya. Jangan salah, setelahnya aku mencoba ngepoin temenku yang menarikan tarian topeng itu. Menanyakan pengalaman mereka tentang tari topeng dan jawaban yang aku dapat adalah... tarian topeng itu sulit. Aku bersyukur aku belum mencobanya, karena entah berapa lama aku dapat menguasainya hahahaha. Inilsh ceritaku tentang Kota Udang yang Unik melalui kenangan aku menyukainya, mencintainya karena semua seni dan suasananya. See you next time, My Memorable City!😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar